Rakyat Menyumbang

-----------------------Perangi Corona


Banyak yang mencibir atas himbauan pemerintah terhadap Rakyat agar menyumbang  untuk membantu penanganan Covid 19 dengan berbagai cibiran seperti, Pemerintah menyusahkan Rakyat, Pemerintah tidak becus mengurus negara, Pemerintah menyengsarakan Rakyat, Pemerintah membebani Rakyat dan seterusnya.

Mereka membadingkan negara lain seperti Perancis, Italia, Ghana dan lain-lain yang justru meringankan beban Rakyatnya, bahkan Perancis menggratiskan beberapa kebutuhan Rakyatnya seperti lustrik, air dan dan lain, Presiden Ghana mengatakan, Kami tahu menghidupkan kembali ekonomi tapi kami tidak tahu menghidupkan kembali orang yang sedah meninggal karena itu negara-negara tersebut memilih opsi lockdown dengan denga segala resiko yang siap dihadapi.

Berbeda dengan Indonesia lebih memilih social distancing dan physical distancing dan pintu-pintu antar provinsi dan kabupaten/kota tetap dibuka, antar negara ada tujuh negara yang diblok kedatangannya di Indonesia sebagai antisipasi mograsi virus corona dari tujuh negara itu. tidak sedikit teriakan yang mendesal pemerintah dalam hal ini Presiden agar segera memberlakukan lockdown wilayah agar penyebaran virus tersebut tidak menggila dan intuk memutus kesinambungan penularan virus antar indiividu dan perpindahan dari wilayah lain.

Apa yang dilakukan Pemerintah menurut Saya adalah langkash yang tepat tidak memberlakukan lockdown wilayah dan melakukan social ditancing / physical distancing agar manusia tidak ramai diluar rumah dan perekonomian tetap berjalan (tapi memang pengetatan orang keluar rumah harus dijalankan) bisa dibayangkan kalau diberlakukan lockdown wilayah ekonomi lumpuh dan corona terus menggila maka bagaimana kehidupan negara ini, atau corona sudah berlalu tetapi ekonomi lumpuh atau bahkan mati maka lepas dari corona tetapi perekonomian hancur dan pasti Rakyat kembali menderita.

Diam dirumah adalah salahsatu sumbangan Rakyat untuk menghentikan penyebaran virus corona, itu merupakan sumbangan moril. Terkai sumbangan harta berupa dana bukanlah sesuatu yang aneh dinegeri ini karena menyumbang sudah menjadi kebiasaan umum Rakyat Indonesia, sumbang kepada agama maupun terhadap kemanusiaan.

Indonesia jangan dibandingkan dan memang tidak sebanding dengan watak dan kepribadian bangsa Indonesia yang ramah, menjunjung persaudaraa dan cinta kekelurgaan. kehidupan ditengah Rakyat Indonesia, bantu-membantu, tolong-menolong adalah sesuatu yang biasa bahkan bagi yang sudah terbiasa senang karena ada jalan untuk membantu sesama. di negara lain individualisme sangat kental rasa persaudaraa, kekeluargaan jauh dibawah rasa persaudaraan dan kekeluargaan bangsa Indonesia.

Presiden dan semua penjabat diperintahan adalah juga berasal dari Rakyat maka tidak salah jika ada masalah ada besar apalagi kemanusiaan seperti wabah corona ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah melainkan tanggungjawab kira bersama bangsa Indonesia untuk bahu-membahu melawan corona.

Ralyat diajak menyumbang sikap yang tidak salah itu karena individualisme dalam hal kemanusiaan di negari ini adalah langka. dan ingat Rakyat jangan dikonotasikan orang miskin sehingga bila dimintai sumbangan menyengsaran dan membebani tetapi konglomerat jjuga adalah Rakyat, terbukti ada beberapa orang kaya atau pengusaha nasional yang turut menyumbang miliaran masing-masing perusahaan ataupun individu sepeerti Bakrie Group, PT. Adaro, kosmetik warda,  Astra International. padahal kalau dipikir orang seperti Sandiaga S Uno harus ogah karena  Pilpres 2019 dia kalah oleh Presiden

Komentar