Jiwa

Jiwa itu adalah zat yang disimpan Khalqnya dalam bangunan anatomi manusia dalam tubuh tiap-tiap individu. Jiwa adalah jati yang tersimpan dalam rupa, Jiwa adalah esensi dan rupa adalah manifestasi, sebab itu jiwa tidak pernah rapuh karena ia esensi, yang rapuh adalah rupa karena ia hanya manifestasi.

Jiwa tidak pernah sakit yang sakit adalah rupa, kalau orang disebut sakit jiwa  itu keliru memahami jiwa,  jiwa tidak pernah sakit karena ia esensi yang sakit adalah akal  karena ia bagian dari manifestasi.

Jiwa adalah inti dari rotasi yang terjadi dalam rupa manusia, bila ada yang keluar dari alur rotasi itu maka akan mengalami gangguan. akal yang tidak taat pada jiwa maka akal yang akan sakit kemudian disebut sakit jiwa, tubuh yang tidak taat pada jiwa maka tubuh akan sakit.

Hati adalah pemancar dalam diri rupa manusia, yang biasa kita sebut suara hati, kata hati, bisikan hati, itu asalnya dari jiwa yang keluar melalui hati  untuk disampaikan kepada akal agar berpikir tentang yang benar dan yang salah, yang musti dan yang tidak boleh, disinilah hati dan akal sering bertentangan dalam memilih, walaupun juga sering sejalan. pada saat bertentangan akal seringkali menang dan pada saat hati dikalhkan oleh akal disitulah terjadi malapetaka pada rupa manusia menjadi mungkar,  jahat, sadis, menghianat dan seterusnya.

Bahkan hatipun tidak jarang keluar dari alur rotasi dalam mengitari jiwa, hati tidak taat, ingkar sehingga menjadi iri, dengki, sombong, angkuh, tamak, riya dan serakah.

Pada saat hati sakit maka kata jiwa hilang karena hati sebagai penerima untuk meneruskan ke akal tidak lagi bisa menampung suara kebenaran dari jiwa karena suara jiwa hanya bisa diterima oleh ruang yang jernih dan suci. dan bila hati sudah tidak taat pada jiwa maka akal niscaya menjadi  keruh, jahat dan mungkar karena kata jiwa tidak lagi dipancarkan oleh hati ke akal.

Jiwa tidak pernah rapuh karea dia adalah sejati, dia alah esensi, yang rapuh adalah rupa manusia karena rapuhnya hati  yang ingkar pada jiwa dan butanya akal akibat tidak menerima pancaran hati dari kata jiwa.

..." Hai jiwa-jiwa yang tenang"... 

Dialah Hamba yang menyembah TUHAN tak terbatas ruang dan waktu....
Dialah sehingga bumi diciptakan.....
Dialah sehingga do'a diijabah.....
Dialah yang menyaksikan  manifestasinya dimasukkan ke liang lahat....
Dialah yang tidak mati.....
Dialah yang selalu  di Baitullah bersama TUHANnya.

#mas.katajiwa

Komentar